Waingapu - Media Humba.Com- kunjungan tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) ke Sumba Timur untuk pemantauan, evaluasi, dan dukungan terhadap Program-program Pembangunan Pertanian dan Ekonomi Pedesaan yang sedang berjalan atau yang akan datang pada Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu yang telah di jalankan untuk ke 77 Desa di Sumba Timur. Pada Selasa, 09 Desember 2025.
Secara spesifik, kunjungan tersebut bertujuan untuk:
Mengatasi Kemiskinan dan Kelaparan: IFAD berinvestasi pada petani kecil, peternak, dan masyarakat miskin pedesaan untuk membantu mereka mengatasi kemiskinan dan kerawanan pangan.
• Meningkatkan Kesejahteraan Petani: Kunjungan ini dimaksudkan untuk memastikan program berjalan lancar dalam memberikan akses ke modal usaha, pelatihan, teknologi, dan pasar, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani dan wirausahawan lokal.
• Membangun Ketahanan Pangan: Memperkuat sistem pangan lokal yang tangguh dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.
• Apresiasi dan Sinergi Program: Di daerah seperti Sumba Timur.
• Kunjungan IFAD juga dilakukan untuk mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program tertentu, seperti program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu), dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional.
• Pengembangan SDM Pertanian: Melalui program seperti YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services), IFAD berupaya menciptakan petani milenial yang inovatif dan berdaya saing di bidang pertanian.
Singkatnya, kunjungan IFAD ke daerah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mereka untuk mentransformasi ekonomi pedesaan dan sistem pangan, memberdayakan masyarakat lokal agar dapat memimpin perubahan mereka sendiri, dan beradaptasi dengan tantangan.
Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) adalah program kolaborasi antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa, khususnya di Indonesia Timur, untuk mencapai pembangunan perdesaan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan fokus meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui pengembangan potensi sumber daya alam di Desa.
Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa dengan memberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan stimulan (seperti demplot) untuk kelompok warga agar mandiri secara ekonomi.***
Liputan : Media Humba


Berita Terkait
Bupati Umbu Lili Mengukuhkan/Melantik Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur Periode 2026-2030
Rute Baru TransNusa Waingapu–Denpasar PP Resmi Dibuka, Bupati Umbu Lili: Perkuat Akses Wisatawan Menuju Sumba Timur
Audiensi Bersama Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT dan DPR-RI Rudi Kabunang: Bupati Umbu Lili Mendukung Penuh Pembangunan Kantor UPTD Imigrasi di Sumba Timur
Diskusi Bersama Masyarakat Rindi, DPR RI Umbu Rudi Kabunang Ajak Masyarakat Untuk Melindungi Warisan Budaya Melalui Pendaftaran Kekayaan Intelektual
Kasih Tak Memilih: Program 6 Kasih Hadirkan Moderasi Beragama di Melolo
Sumba Timur Meraih Penghargaan Terbaik Pertama Pada Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Musrenbang Kecamatan Kota Waingapu, Umbu Lili Tegaskan Usulan Program Harus Disesuaikan dengan Anggaran Daerah
Pimpin FGD Tindak Lanjut Kajian Objek Diduga Cagar Budaya, Wabup Yon Hani: Pelestarian Budaya Membutuhkan Kolaborasi Semua Pihak
Wakil Bupati Sumba Timur Ikuti Kegiatan Uji Coba Pengaliran Jaringan Irigasi D.I Baing Yang Diselenggarakan Oleh BBWS Nusa Tenggara II
Rangkaian Musrenbangcam Kabupaten Sumba Timur Tutup Di Kecamatan Rindi: Umbu Lili, Setiap Usulan Akan Diakomodir Sesuai Skala Prioritas.