Pimpin Diskusi Terkait Animo Masyarakat Bali Terhadap Pendatang Asal Sumba: Wakil Bupati Sumba Timur Tekankan Untuk Menjunjung Tinggi Nilai, Norma dan Adat Daerah Setempat

photo author
- Rabu, 21 Januari 2026
Pimpin Diskusi Terkait Animo Masyarakat Bali Terhadap Pendatang Asal Sumba: Wakil Bupati Sumba Timur Tekankan Untuk Menjunjung Tinggi Nilai, Norma dan Adat Daerah Setempat

Waingapu, Mediahumba.com- Terkait maraknya penolakan masyarakat Bali terhadap pendatang asal Sumba, bertempat di Aula Patola Ratu, Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani memimpin diskusi terkait "Animo Masyarakat Bali Terhadap Pendatang Asal Sumba". Rabu (21/01/2026). 

Diskursus ini bertujuan untuk membuka ruang dialog dan mencari solusi  serta memperkuat pemahaman terkait dinamika hubungan sosial kemasyarakatan yang terjadi antara masyarakat Bali dan pendatang asal Sumba yang berdomisili maupun yang ingin bekerja di Bali. 


Dalam forum diskusi yang juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Maha Boga Marga dan Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Sumba ini membahas berbagai isu sosial kemasyarakatan untuk tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghormati adat dan budaya setempat, menjaga ketertiban dan menjalin keharmonisan hubungan antar warga. 

Pada kesempatan tersebut, Yonathan Hani menegaskan agar masyarakat Sumba yang berada di Pulau Bali untuk menjaga sikap dan perilaku, menjunjung tinggi nilai, norma maupun adat yang berlaku di daerah setempat serta memberikan kontribusi positif. 

Lebih lanjut, Yon Hani menegaskan bahwasannya keberagaman dan perbedaan merupakan kekuatan yang harus dikelola dengan baik melalui komunikasi, koordinasi dan dialog yang berkelanjutan agar terciptanya hubungan yang harmonis antara pendatang asal Sumba dan masyarakat Bali. 

"Diharapkan diskusi ini, dapat memberikan  pemahaman serta masukkan kepada saudara maupun keluarga kita yang ingin bekerja di Bali agar tetap menjaga sikap, perilaku dan menjaga kondusivitas", tegasnya. 

"Saya juga mengharapkan melalui diskusi ini dapat mengurangi potensi kesalahpahaman, dapat memperkuat relasi sosial yang harmonis antara masyarakat Bali dan pendatang dari Pulau Sumba", lanjutnya. 


Berbagai pihak yang hadir dalam diskusi ini, turut memberikan pandangan serta masukkan agar dapat merumuskan langkah strategis dan kebijakan yang mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun, aman, damai dan saling menghormati. 

Kegiatan diskusi ini juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Umbu Ngadu Ndamu, Para Asisten Sekda, dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumba Timur. Pemerintah Sumba Timur mengharapkan melalui forum diskusi tersebut dapat memperkuat sinergitas bersama lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, serta warga asal Sumba dalam menjaga stabilitas sosial selama diperantauan.*

Liputan: Media Humba

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba