*Melolo, Sumba Timur –* Komunitas sosial Kunjungan 6 Kasih kembali melanjutkan gerakan kemanusiaannya melalui program bertajuk Kasih yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Melolo, Kabupaten Sumba Timur, pada 26 Mei 2026.
Dalam momentum menyambut Idul Adha 1447 Hijriah, komunitas tersebut hadir berbagi bersama anak-anak yatim piatu muslim melalui penyerahan satu ekor kambing qurban dan bingkisan anak-anak.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aksi berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan pesan moderasi beragama di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Meski berasal dari latar belakang keyakinan dan daerah yang berbeda, tim Kunjungan 6 Kasih tetap hadir membawa semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada sesama.
Penggagas komunitas Kunjungan Kasih, Juniardo Hose Manullang, mengatakan bahwa program #6 Kasih lahir dari keyakinan bahwa kasih tidak pernah memilih siapa yang harus dibantu.
“Kami percaya kasih tidak memilih. Walaupun berbeda keyakinan, kami tetap saudara dan ingin hadir untuk berbagi bersama mereka di momentum Idul Adha ini,” ujarnya.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi motivasi talk bersama anak-anak yatim piatu muslim di Masjid Al-Ikhlas Melolo.
Dalam sesi motivasi talk, tim Kunjungan Kasih mengajak anak-anak untuk tetap patuh dan taat kepada orang tua, rajin belajar, serta menghargai keberagaman yang ada di Indonesia.
Anak-anak juga diberikan motivasi sederhana mengenai pentingnya semangat, disiplin, dan kerja keras dalam meraih cita-cita di masa depan.
Menurut Juniardo, program #6Kasih dipersiapkan dalam waktu sekitar enam hari bersama tim dan sejumlah orang baik yang ikut membantu mendukung jalannya kegiatan tersebut.
“Awalnya kami sempat berpikir waktu persiapannya sangat singkat. Tapi Puji Tuhan banyak orang baik yang akhirnya ikut membantu sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” katanya.
Adapun tim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
* Juniardo Hose Manullang
* Angel Hinyo
* Yerimias Saingo
* Yuyun Samuel
* Razif Rafa Ramadan
* Haryanto
Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan lintas daerah dan lintas keyakinan di Sumba Timur. Beberapa anggota tim merupakan pemuda lokal asal NTT, sementara sebagian lainnya merupakan perantau yang kini tinggal di Sumba Timur.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak antusias mengikuti motivasi talk dan menerima bingkisan yang diberikan tim Kunjungan Kasih.
Melalui program 6 Kasih, komunitas Kunjungan Kasih berharap semangat toleransi, moderasi beragama, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kami berharap gerakan kecil ini bisa menjadi pengingat bahwa kemanusiaan harus selalu lebih besar dari perbedaan,” tutup Juniardo.
Komunitas Kunjungan Kasih juga membuka ruang kolaborasi bagi siapa saja yang memiliki visi dan misi yang sama dalam membantu sesama.
Masyarakat dapat mengikuti cerita dan perjalanan gerakan sosial Kunjungan Kasih melalui Instagram komunitas di @kunjungan_kasih.


Berita Terkait
Sumba Timur Jadi Panutan: Raih Penghargaan Daerah Perbatasan Terinovatif (IGA) 2025
Grand Opening Klinik Pratama Sumba Medika: Menyediakan Fasilitas Yang Memadai
Politeknik Kesehatan Bakti Sumba Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
Penyerahan Bantuan Aspirasi Traktor Roda 4 kepada Kelompok Tani Di Sumba Timur Oleh DPR RI Viktor Laiskodat
Pembukaan Festival Budaya Sumba Timur 2026, Wabup Yon Hani: Sumba Tanpa Budaya, Adalah Rumah Kosong Yang Indah Dan Hampa Tanpa Jiwa
MYZE HOTEL WAINGAPU RESMI HADIRKAN CIGAR LOUNGE - HASTA SIEMPRE UNTUK PENGUNJUNG YANG MENGINGINKAN PENGALAMAN PREMIUM*
Wabup Yon Hani Hadir Sebagai Narasumber Pada Kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda Dan Gelar Wicara
Wabup Yon Hani Tegaskan Program LAUTRA Sebagai Peluang Strategis Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sumba Timur
Sidak Pasar Matawai, Wabup Yon Hani Pantau Stabilitas Harga dan Ketersedian Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Menerima Kunjungan Tim IFAD Untuk Program Tranformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD)