Hadiri Penutupan Sidang Sinode GKS Sumba Ke-44: Wagub NTT dan Bupati Sumba Timur Serukan Kolaborasi Pemerintah dan GKS Demi Kemajuan Sumba dan NTT

photo author
- Jumat, 10 Juli 2026
Hadiri Penutupan Sidang Sinode GKS Sumba Ke-44: Wagub NTT dan Bupati Sumba Timur Serukan Kolaborasi Pemerintah dan GKS Demi Kemajuan Sumba dan NTT

Waingapu, MediaHumba.com - Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) baru saja menyelesaikan seluruh rangkaian acaranya yang berlangsung pada tanggal 2–9 Juli 2026 di Gereja Kristen Sumba Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur. 

Penutupan tersebut diwarnai dengan penyerahan hasil sidang dan pelantikan pengurus periode baru yang diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan masyarakakat. 


Sidang Sinode kali ini mengusung tema besar “Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus”, yang dijabarkan melalui subtema “Merawat Bumi Sebagai Rumah Bersama, Memperjuangkan Keadilan Dan Kebenaran Serta Meneguhkan Nilai-Nilai Budaya Dalam Terang Injil".

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut, Wakil Bupati Sumba Tengah, Martinus Umbu Djoka, anggota DPRD Sumba Timur Fraksi Golkar, Umbu Aryad, jajaran Forkopimda Kabupaten Sumba Timur, para pendeta se-pulau Sumba, peserta sidang dari 57 klasis se-sumba, serta jemaat GKS.


Ketua Umum Sinode GKS periode 2022 - 2026, Pdt. Marlin Lomi dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya seluruh rangkaian Sidang Sinode ke-44 GKS yang berlangsung dengan baik. Ia menilai perjalanan kepemimpinan selama empat tahun merupakan amanah yang berat sekaligus mulia.

Pendeta Marlin Lomi juga berpesan kepada kepengurusan Sinode GKS periode 2026–2031 agar dapat menerjemahkan tema sidang menjadi pelayanan nyata yang berdampak, bukan sekadar slogan.

Menurutnya, Gereja Kristen Sumba diharapkan mampu menghadirkan transformasi bagi kehidupan jemaat dan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pulau Sumba dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) yang telah menetapkan kepengurusan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKS periode 2026–2031.

Menurutnya, persidangan tersebut merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi pelayanan sekaligus menetapkan arah pelayanan GKS lima tahun ke depan.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus BPMS GKS periode sebelumnya yang telah menyelesaikan masa pelayanannya dengan baik. Selamat juga kepada pimpinan BPMS yang baru terpilih. Kiranya dapat mengemban amanah pelayanan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Umbu Lili menegaskan bahwa selama ini GKS telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat. Peran gereja tidak hanya terbatas pada pelayanan keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan berbagai pelayanan sosial lainnya.


Diakhir sambutannya, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan, stunting dan gizi buruk, pendidikan, serta pelayanan kesehatan. Karena itu, pemerintah tetap membutuhkan dukungan dan masukan dari GKS sebagai mitra pembangunan.

"Kami berharap GKS terus menjadi mitra pemerintah dalam memberikan berbagai masukan, pendampingan, serta pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan bersama," ungkap Umbu Lili.


Pada tempat yang sama, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa Pemerintah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, rukun, damai, sejahtera dan produktif. 

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menekankan pentingnya peran gereja dalam membimbing masyarakat untuk meninggalkan budaya-budaya yang tidak produktif melalui terang Injil.

Karena itu, Wagub Johni Asadoma berharap gereja turut mengambil bagian dalam membina umat agar secara perlahan meninggalkan budaya-budaya yang tidak produktif serta menanamkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.


"Pelayanan gereja tidak hanya berbicara tentang kehidupan rohani, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kita berharap masyarakat semakin mampu mengubah kebiasaan yang tidak produktif, sehingga dapat hidup berdampingan dengan baik dan membawa nama baik NTT di mana pun berada," jelas wagub johni.

Johni Asadoma juga menyoroti persoalan stunting dan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, penyelesaian kedua persoalan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui musyawarah adat dan jalur hukum, bukan dengan kekerasan atau perang antarkelompok yang hanya menimbulkan korban dan perpecahan.

"Gereja harus berani mengubah budaya-budaya yang tidak produktif, sebagaimana Tuhan Yesus menghadirkan pembaruan terhadap berbagai praktik budaya dan tradisi masyarakat Yahudi. Nilai-nilai budaya yang baik harus tetap dipertahankan, tetapi yang menghambat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat perlu diubah melalui terang Injil," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wagub Johni mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan sinode BMPS GKS periode 2022-2026 dan mengucapkan selamat kepada kepengurusan periode yang baru dan mengajak seluruh warga GKS untuk memberikan dukungan kepada kepengurusan yang baru agar dapat menjalankan tugas pelayanan secara optimal demi menghadirkan Gereja Kristen Sumba yang semakin berdampak bagi masyarakat dan pembangunan di Pulau Sumba maupun Nusa Tenggara Timur. 


Untuk diketahui, Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) telah menetapkan jajaran pimpinan BPMS GKS Periode 2026–2031, yaitu:

- Ketua Umum: Pdt. Yakob Malo Bili.

- Sekretaris Umum: Aprianus Meta Djangga Uma.

- Ketua I: Pdt. Theopilus Mete.

- Ketua II: Pdt. Yohanis Woli.

Rangkaian acara penutupan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba diakhiri dengan prosesi pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur sebagai tanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian persidangan.

Liputan: Media HUMBA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Iklan Media Humba