Sumba Timur, MediaHumba.com – Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom, mempresentasikan dua inovasi unggulan daerah dalam ajang Presentasi Kepala Daerah untuk Penilaian dan Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026, Rabu (4/11/2026).
Presentasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) pada 3–5 November 2026 tersebut dilaksanakan secara virtual dari Ruang Rapat Bupati Sumba Timur. Kabupaten Sumba Timur yang tergabung dalam regional Maluku-Nusa Tenggara (Maluku-Nustra) mendapat kesempatan memaparkan inovasi daerah melalui Wakil Bupati.
Dua inovasi yang dipresentasikan yakni RUMPUT EMAS (Rumput Ekonomis, Mandiri dan Sejahtera) dan SI GELANG IKADE (Sistem Gerak Langsung Aktivasi).
Dalam pemaparannya, Yonathan menjelaskan bahwa Rumput Emas merupakan inovasi untuk mengoptimalkan potensi budidaya rumput laut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, filosofi nama Rumput Emas adalah bahwa sesuatu yang berharga tidak hanya ditemukan di pegunungan melalui pertambangan, tetapi juga dapat tumbuh dari lautan melalui pengembangan ekonomi hijau, salah satunya rumput laut.
Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi lahan budidaya rumput laut seluas 15.069,40 hektare, tetapi baru sekitar 382,43 hektare atau 2,54 persen yang dimanfaatkan. Salah satu kendala petani adalah keterbatasan akses terhadap bibit unggul. Bahkan, bibit yang digunakan sebagian petani telah berumur lebih dari 10 tahun sehingga produktivitasnya menurun.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah bekerja sama dengan perguruan tinggi dan NGO mengembangkan pembibitan rumput laut unggul. Program ini telah menjangkau sekitar 300–500 kepala keluarga petani melalui distribusi bibit dan pengembangan bank bibit rumput laut.
Inovasi ini bertujuan meningkatkan PAD, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan kualitas produksi, serta mewujudkan kemandirian bibit sebagai input produksi.
Inovasi kedua, Si Gelang Ikade, merupakan terobosan pelayanan administrasi kependudukan melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan sistem pelayanan langsung atau jemput bola.
Yonathan menjelaskan bahwa kondisi geografis Sumba Timur menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan publik. Dengan wilayah sekitar satu setengah kali luas Pulau Bali, 22 kecamatan, 140 desa, dan penduduk lebih dari 290 ribu jiwa, masyarakat di sejumlah wilayah harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan. Karena itu, pemerintah mengubah pola pelayanan dengan mendatangi masyarakat secara langsung.
"Jika pelayanan administrasi sering menunggu di kantor, kami melakukan sesuatu yang berbeda. Kami turun ke lapangan untuk memastikan luas wilayah tidak menjadi masalah, tetapi pelayanan menjadi hal yang utama," ungkap Yonathan.
Ia menegaskan bahwa Si Gelang Ikade bukan sekadar aplikasi, melainkan pembaruan sistem pelayanan agar lebih mudah, cepat, dan menjangkau masyarakat. Inovasi ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran, menghemat penggunaan blanko KTP-el dan ribbon film, serta mendukung perlindungan data kependudukan melalui pemanfaatan identitas digital.
Dua inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Rumput Emas (Rumput Ekonomis, Mandiri dan Sejahtera) dan Si Gelang Ikade (Sistem Gerak Langsung Aktivasi), mencatat sejumlah capaian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan pelayanan publik.
Dalam presentasinya, Yonathan menyampaikan bahwa inovasi Rumput Emas mulai memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui pengembangan budidaya rumput laut. Pada tahun 2025, penerimaan yang dipaparkan meliputi retribusi sebesar Rp267.762.450 dan pajak sebesar Rp45.000.000. Sementara total volume produksi rumput laut mencapai 276.762,45 kilogram.
Sementara itu, inovasi Si Gelang Ikade menunjukkan perkembangan dalam peningkatan pelayanan administrasi kependudukan. Yonathan memaparkan bahwa aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Sumba Timur meningkat dari 4,85 persen atau 9.249 jiwa pada tahun 2024 menjadi 7,27 persen atau 13.906 jiwa pada tahun 2026.
Selain peningkatan aktivasi, hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 89,99 persen dengan predikat baik. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan pelayanan berbasis digital melalui pendekatan jemput bola, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Melalui kedua inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berupaya menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, baik dalam penguatan ekonomi pesisir maupun pemerataan pelayanan publik.
*Liputan: Media HUMBA*


Berita Terkait
Bupati Sumba Timur Audiensi dengan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bahas Penataan dan Pemekaran Desa
Bupati Sumba Timur Resmi Launching UPTD PPA, Tingkatkan Perlindungan Perempuan Dan Anak
Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemda Sumba Timur Bangun Kemitraan Dengan UCB Kupang
Peringatan Hari Indonesia Menabung, Wabup Sumba Timur Mendorong Gerakan Menabung sejak Usia Dini
Penguatan Tata Ruang Kabupaten Sumba Timur, Bupati Umbu Lili Ikuti Rakor Lintas Sektor Bersama Dirjen Tata Ruang ATR/BPN
Sumba Timur Dukung Pembahasan RUU Daerah Kepulauan : Bupati Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta
Tutup Rangkaian Humba Merdeka Festival 2026, Wabup Sumba Timur Memberikan Apresiasi Terhadap Semua Pihak Yang Terlibat
Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Umbu Lili Tegaskan Pendidikan Sebagai Pilar Membangun Peradaban Bangsa
Viral di Media Sosial, Ketua Komite Sekolah Klarifikasi Postingan Terkait Kepala Sekolah SDM Wai Wei
Luar Biasa! Ada Aksi Donasi Untuk Korban Gempa Bumi Flores Pada Penutupan Humba Merdeka Festival 2026 Di Sumba Timur