Turnamen Sepak Bola Antarumat Beragama ke-22 Kembali Diselenggarakan di Sumba Timur

photo author
- Minggu, 26 Oktober 2025
Turnamen Sepak Bola Antarumat Beragama ke-22 Kembali Diselenggarakan di Sumba Timur

WAINGAPU, Media Humba — Ajang sepak bola antarumat beragama kembali digelar di Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., didampingi Wakil Bupati Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., serta turut hadir anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Kapolres Sumba Timur, dan unsur Forkopimda. Pembukaan berlangsung di Lapangan Pemuda Matawai, Senin, 13 Oktober 2025.
Dalam laporan ketua panitia, Nikson D.R. Tana, disebutkan bahwa terdapat 23 tim yang telah mendaftar dan siap bertanding untuk memperebutkan piala bergilir dan piala tetap. “Saat ini piala bergilir masih dipegang oleh tim dari Pemuda Al-Jihad dan sudah dua kali berturut-turut. Jika dalam ajang ini mereka tetap mampu mempertahankannya, maka piala tersebut akan menjadi milik mereka. Selain itu, terdapat satu tim yang mewakili Pemuda Penghayat Marapu, serta dua tim dari Kabupaten Sumba Barat Daya yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) Gereja Kristen Sumba Payeti selaku pihak penyelenggara. Ia menegaskan bahwa ajang olahraga ini merupakan sarana pemersatu anak bangsa. “Sepak bola dianggap sangat universal dan dapat mempererat nilai persaudaraan walaupun kita berbeda-beda. Di sini kita belajar memiliki jiwa sportivitas, bukan sekadar mengejar skor dan piala,” ungkapnya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak. “Kami selaku pemerintah sangat mengapresiasi seluruh panitia, para atlet dari 23 tim yang siap bertanding, serta para pemuka agama yang telah mendukung penuh kegiatan ini sejak awal dirintis hingga kini memasuki pelaksanaan yang ke-22 kalinya,” ujarnya.
“Ajang ini bukan hanya kegiatan olahraga semata, tetapi juga mengandung makna yang dalam, yakni membangun kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Sumba. Tidak semua daerah bisa melakukan hal seperti ini. Ini adalah wujud bahwa masyarakat Sumba sangat menghargai nilai-nilai perbedaan dan memaknainya sebagai kekayaan dalam keberagaman. Suku, ras, dan agama adalah aset besar yang harus kita rajut dan pelihara,” ungkap Bupati Umbu Lili seraya membuka kegiatan itu secara resmi.
Kick-off pertama dilakukan oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., sebagai tanda dimulainya turnamen.
Liputan: MediaHumba
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba