Kahaungu Eti, mediahumba.com - Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali melakukan proses penanaman perdana (Ground Breaking) tanaman Pongamia Pinnata (Malapari) dalam mendukung penelitian dan pengembangan energi hijau terbarukan di Kabupaten Sumba Timur.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjutan kerja sama antara pemerintah Kabupaten Sumba Timur dengan salah satu lembaga riset PT. Santi Energi Hijau pada bulan Desember 2025 lalu dalam rangka penelitian dan pengembangan tanaman Pongamia Pinnata di Kabupaten Sumba Timur.
Penelitian dan pengembangan tanaman Pongamia Pinnata di Kabupaten Sumba Timur merupakan bagian dari upaya untuk pengembangan energi hijau terbarukan yang memiliki potensi sebagai bahan bakar bioenergi. Proyek ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada transisi energi bersih, tetapi dapat mendorong pertumbuham ekonomi daerah.
Selain dapat dijadikan sebagai bahan bakar bioenergi, tanaman Malapari dapat juga menghasilkan bioetanol dan ampas biji tanaman ini dapat digunakan sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanah.
Rencana uji coba kebun Pongamia Pinnata di Kabupaten Sumba Timur oleh PT. Santi Energi Hijau bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bermitra dengan Amerika Serikat dan Jepang tersebut, merupakan upaya untuk pembangunan Kebun Pongamia dilahan seluas 50 hektare. Bibit unggul yang digunakan berasal dari Indonesia dan Amerika Serikat, dan akan ditanami dilahan 25 hektare untuk masing-masing bibit. Kebun Pongamia tersebut nantinya akan menggunakan konsep Agro Forestry.
Pada kesempatan ini Umbu Lili Pekuwali, memberikan dukungan dan apresiasi kepada PT. Santi Energi Hijau dalam melakukan riset pengembangan tanaman Malapari di Kabupaten Sumba Timur. Ia berharap hasil dari pengembangan tersebut memberikan kontribusi signifikan dan membuka ruang investasi hijau yang berdampak positig bagi perekonomian masyarakat.
"Pengembangan tanaman Pongamia merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan energi berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan di Kabupaten Sumba Timur", ujar Umbu Lili di Breeding Center, Desa Matawai Maringu, Senin (20/4/2026).
Umbu Lili juga berharap proyek tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi peningkatan kesejahteraan maupun pelestarian lingkungan.
"Melalui pengembangan tanaman ini, kita tidak hanya berbicara tentang energi hijau terbarukan, tetapi juga tentang masa depan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup di Sumba Timur", tambahnya.
Sementara itu, Yusuf Reza Shibab yang merupakan Direktur Utama (Dirut) PT. Santi Energi Hijau, pada kegiatan ini menjelaskan bahwa PT. Santi Energi Hijau bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) telah melakukan riset selama kurang lebih 6 enam tahun di semua wilayah marginal yang ada di Indonesia. Dan memutuskan bahwa Sumba Timur merupakan wilayah yang sangat cocok untuk pengembangan tanaman pongamia.
Ia juga menambahkan, Sumba Timur sangat cocok untuk pengembangan tanaman ini dikarekan tiga hal utama, yang pertama, Sumba Timur masih memiliki lahan kosong yang cukup luas, yang kedua, Sumba Timur dikategorikan wilayah marginal yang memiliki curah hujan rendah dan yang ketiga, adanya dukungan dari masyarakat.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pada tahap pertama perusahaan akan menanam bibit Malapari dari Bogor dilahan seluas 25 hektare. Serta pada tahap kedua akan dilakukan penanaman bibit pada lahan seluas 25 Hektare, dan bibit yang digunakan nantinya berasal dari Australia.
Sedangkan pada tahap komersial kedepannya, pengembangan tanaman tersebut direncanakan akan ditanam pada lahan seluas 4.000 hektare. Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Sebagai tanda dimulainya implementasi proyek ini dilapangan, Bupati Sumba Timur bersama pimpinan OPD dan PT. Santi Energi Hijau melakukan penanaman perdana secara simbolis.
Liputan: Media Humba


Berita Terkait
Sumba Timur Dukung Pembahasan RUU Daerah Kepulauan : Bupati Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta
Sumba Timur Meraih Penghargaan Terbaik Pertama Pada Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Kabupaten Tahun 2026
DPRD Sumba Timur Gelar Rapat Paripurna Dengan Agenda Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2025
Musrenbang Kec Lewa Fokus Pada Pertanian Peternakan Dan Pembangunan Infastruktur
Sumba Timur Jadi Panutan: Raih Penghargaan Daerah Perbatasan Terinovatif (IGA) 2025
Asosiasi Petani Lewa Raya (APEL - R) Menuntut Pemerintah Dan Pihak Terkait Agar Mengambil Sikap Tegas Atas Kelangkaan BBM Khusus Solar Pada Masa Olah Lahan
Wakil Bupati Sumba Timur Pimpin Upacara Harkitnas Dan Peringatan Hari Kearsipan Nasional Tahun 2026
Kecamatan Kambera Salah Satu Wilayah Potensial Dalam Pengembangan Berbagai Sektor Penunjang Ekonomi Di Kab. Sumba Timur
Kabupaten Sumba Timur Sebagai Daerah Dengan Indeks Pelayanan Publik Terbaik Di Pulau Sumba Tahun 2025
Rute Baru TransNusa Waingapu–Denpasar Resmi Dibuka, MYZE Hotel Waingapu Tawarkan Diskon 10% Bagi Tamu Yang Melakukan Perjalanan Menggunakan TransNusa