Long Touring di Sumba Selesai, Komunitas Mobil Jeep LCGC Menyebut “Pulau Sumba” Sebagai Surga Yang Tersembunyi

photo author
- Jumat, 14 Agustus 2026
Long Touring di Sumba Selesai, Komunitas Mobil Jeep LCGC Menyebut “Pulau Sumba” Sebagai Surga Yang Tersembunyi

Waingapu, MediaHumba.com - Komunitas Mobil Jeep Offroad yang tergabung dalam komunitas LCGC (Land Rover, Land Cruiser, G.Class) menggelar kegiatan perjalanan perdana di Pulau Sumba untuk menjelajahi keindahan alam sekaligus merasakan pengalaman berkendara jarak jauh yang diikuti sebanyak 17 kendaraan.

Kegiatan dengan tema "Humba Hammu, Beautiful Sumba Long Touring LCGC 2026" yang berlangsung sejak 7 Agustus hingga 15 Agustus 2026 tersebut  diikuti 45 peserta. Touring ini tidak hanya sekedar menjelajah wilayah di Pulau Sumba, tapi juga membawa misi sosial. 


Pulau Sumba menjadi lokasi favorit bagi komunitas kendaraan (baik mobil maupun motor) untuk melakukan touring jarak jauh lintas wilayah. Kegiatan ini menyuguhkan rute eksotis sekitar ratusan kilometer, melewati padang savana, pesisir pantai, hingga desa adat, sembari membawa misi sosial atau kepedulian kemanusiaan bagi warga lokal.

Selain menyuguhkan perjalanan melintasi lanskap eksotis, touring Komunitas LCGC kali ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar komunitas roda empat tersebut. 

Selama di Pulau Sumba, para komunitas LCGC tersebut melintasi dan menjelajahi sejumlah destinasi ikonik, mulai dari Palindi Piarakuku Hills, Pantai Katundu, Pantai Tawui, Pantai Tarimbang dan air terjun Tanggedu serta Pantai Walakiri yang ada di Kabupaten Sumba Timur. 


Tidak hanya itu, para komunitas juga menikmati keindahahan Pantai Rua yang ada di Sumba Barat. Waikuri Lagoon, Desa Adat Ratenggaro, Pantai Mandorak, yang ada di Sumba Barat Daya, hingga menjelahi dan menikmati keindahan jalur Pantai utara pulau Sumba. Jalur tersebut menawarkan kombinasi panorama savana, pesisir pantai, perbukitan, serta kekayaan budaya yang menjadi daya tarik Pulau Sumba.

Setelah delapan hari melakukan long touring dengan melintasi empat kabupaten di Pulau Sumba, sebagai puncaknya para peserta bersama panitia lokal melakukan kegiatan Ramah Tamah yang berlangsung di Café Kopi Dari Hati, Kecamatan Kota Waingapu, Sumba Timur, Kamis (13/8/2026) malam. 

Dalam kegiatan Ramah Tamah tersebut, Ketua Panitia Offroad, Daniel Arai memberikan apresiasi kepada Hendra Tan selaku Ketua Umum Komunitas LCGC yang telah menginisiasi serta memfasilitasi kegiatan long touring tersebut sehingga dapat terlaksana.

Daniel juga menyebutkan merasakan takjub dan terkesan mendalam dengan Pulau Sumba yang masih alami, eksotis, dan menawarkan ketenangan jauh dari keramaian kota modern. 

“Saya menyebut pulau ini sebagai surga tersembunyi”, katanya. 


Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum Komunitas LCGC, Hendra Tan. Ia menyebutkan bahwa kedepannya akan kembali melakukan touring ke Pulau Sumba dengan jumlah kendaraan yang lebih banyak.

Ia turut menyoroti harga tiket ke Sumba yang menurutnya sangat mahal. Ia menilai harga tiket PP ke Sumba harganya sama dari Jakarta ke Jepang. Hendra berjanji apabila harga tiket dapat dijangkau maka akan membawa peserta yang jauh lebih banyak. 

“Kedepannya kami akan melakukan kunjungan ke Sumba dengan kendaraan yang lebih banyak yaitu 50 kendaraan offroad, tapi dengan syarat harga tiket pesawat harus diturunkan,” ujarnya. 

Semantara itu, Amanda salah satu anggota komunitas mengatakan ketika melihat Landscape Sumba dari atas udara, sangat terpesona dengan keindahan alam Sumba. Ia berpandangan, keindahan tersebut dirasakan semakin istimewa ketika melakukan long touring selama beberapa hari. 

“Sepanjang perjalanan dalam hati saya bertanya, kenapa ada tempat seindah ini di Indonesia, tetapi orang Indonesia lebih memilih berbondong-bondong liburan keluar negeri, saya sangat jatuh cinta terhadap keindahan Sumba”, ujarnya. 

Ia juga menjelaskan, bahwa walaupun tinggal beberapa hari lagi akan pulang ke Pulau Jawa, tapi hatinya tetap tinggal di Pulau Sumba. Ia turut menegaskan bahwa suatu saat nanti akan datang kembali ke Sumba untuk menikmati dan mengeksplore alam serta panorama Sumba.


Pada kesempatan yang sama, Yudi Rawambaku dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur memberikan apresiasi kepada Komunitas Mobil LCGC yang telah memilih pulau Sumba sebagai tujuan long touring tahun 2026. 


Selain itu, Hosea Praing selaku Ketua Panitia Lokal yang mendampingi komunitss LCGC selama long toruing di Sumba, memberikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk menemani dan mendampingi selama kegiatan berlangsung. 

Ia berharap pertemuan ini tidak hanya berenti sampai disini, tetapi terus dibangun melalui komunikasi. Hosea juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama di Pulau Sumba ada perilaku serta ucapan yang menyinggung perarasaan para peserta. 

“Saya atas nama pribadi dan teman-teman panitia lokal menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf apabila selama kakak mereka di Sumba ada perilaku dan kata-kata yang kurang berkenan”, tandasnya. 

“Segala hal yang baik selama di Sumba kiranya dibawa dan diceritakan kepada keluaraga, sahabat dan handai taulan. Serta segala yang kurang berkenan kiranya ditinggalkan di Bandara,” tambahnya. 

Selama melakukan long touring di Sumba, Pantai Tarimbang yang ada di Kecamatan Tabundung, Sumba Timur merupakan salah satu keindahan alam yang paling berkesan dan dikagumi oleh para komunitas. Mereka menilai hamparan putih pasir Pantai Tarimbang sangat mempesona dan masih sangat asri. 

*Liputan: Media HUMBA*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba