Palapang Njara Humba Cup IV Resmi Ditutup, Bupati Umbu Lili: Pacuan Kuda Sebagai Identitas Budaya Perlu Dijaga Dan Dilestarikan

photo author
- Senin, 31 Agustus 2026
Palapang Njara Humba Cup IV  Resmi Ditutup, Bupati Umbu Lili: Pacuan Kuda Sebagai Identitas Budaya Perlu Dijaga Dan Dilestarikan

Waingapu, mediahumba.com- Rangkaian Lomba Pacuan Kuda Humba Cup IV yang digelar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Cabang Sumba Timur secara resmi ditutup oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali yang didampingi Wakil Bupati, Yonathan Hani di Arena Pacuan Kuda Rihi Eti, Sabtu (29/8/2026). 

Palapang Njara Humba Cup IV kali ini diikuti sebanyak 683 ekor kuda yang terbagi dalam 15 kelas. Jumlah peserta yang besar itu menunjukkan begitu besar animo masyarakat terkait penyelenggaraan turnamen Pacuan Kuda. Ini membuktikan bahwa olahraga pacuan kuda yang telah diwariskan turun-temurun tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Pulau Sumba. 


Turnamen pacuan kuda Humba Cup IV tidak hanya diikuti oleh peserta dari pulau Sumba. Peserta datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, empat kabupaten di Pulau Sumba, hingga Mbay, Kabupaten Nagekeo dan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali  menyampaikan apresiasi kepada Pordasi Sumba Timur, panitia penyelenggara, Para Joki, pemilik kuda serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan turnamen pacuan kuda Humba Cup IV. Menurutnya, pacuan kuda bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari tradisi dan warisan budaya yang harus teruss dilestarikan. 

Ia juga menegaskan bahwa pacuan kuda merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Sumba. Karena itu, keberlangsungannya perlu terus dijaga dan dilestarikan melalui penyelenggaraan turnamen yang berkelanjutan.


"Manfaat pacuan kuda kini tidak lagi berhenti pada aspek olahraga. Kegiatan tersebut telah berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus daya tarik wisata budaya yang mampu menghadirkan perputaran ekonomi bagi masyarakat," ujarnya. 

Ia juga menekankan, bahwa melalui turnamen tersebut dapat dijadikan sebagai wadah pembinaan atlet dan kuda pacu Sumba ke level nasionalnasional serta menjadikan ajang pacuan kuda sebagai sarana hiburan yang sehat dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyakat Sumba.

“Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia serta masyarakat yang telah menyukseskan Pacuan Kuda Humba Cup IV. Mari kita terus menjaga semangat sportivitas, persaudaraan dan kecintaan terhadap budaya Sumba,” tutupnya.


Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara, Umbu Tamu Ridi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur, Pordasi Sumba Timur, para panitia serta kepada sponsor utama yakni Sherly Budiman bersama suami yang telah mendukung sehingga turnamen pacuan kuda Humba Cup IV dapat berjalan dengan baik dan sukses. 


Menurutnya, kegiatan pacuan kuda Humba Cup IV tahun 2026 tidak menggunakan anggaran dari APBD, tetapi dibiayai sepenuhnya oleh sponsorship dan biaya pendaftaran, serta dukungan dari stable.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi memberikan efek ganda bagi para UMKM yang berjualan disekitar arena pacuan. 

“Selama pacuan Humba Cup IV ini kami melihat ada kemajuan, ada efek ganda. Seluruh UMKM baik yang berjualan makanan, minuman maupun obat-obatan dan lain-lain, merasakan dampak dari kegiatan ini” ujarnya.

Adapun jumlah hadiah yang diperoleh para juara, sebagai berikut: juara pertama,10 juta; juara kedua 8 juta; juara ketiga 6 juta; serta juara keempat, 4 juta, Dan 3 kelas dengan pendaftar terbanyak diantaranya PM, P1 dan P2, Juara pertama mendapatkan tambahan hadiah juara berupa satu unit sepeda motor Honda Beat dan uang pembinaan 2,5 juta.

 

Humba Cup V dijadwalkan kembali digelar pada Oktober 2026. Panitia berharap skala kegiatan dan jumlah peserta semakin meningkat sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM, dapat terus berkembang.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, Pacuan Kuda Humba Cup diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu agenda unggulan Sumba Timur yang mempertemukan olahraga, budaya, pariwisata, dan perekonomian masyarakat dalam satu kegiatan

*Liputan: Media HUMBA*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba