Lewa, Sumba Timur – Media Humba.Com – Menindaklanjuti polemik internal yang terjadi di SDM Wai-Wei, Dewan Pengurus Komite Sekolah bersama orang tua murid kembali menggelar pertemuan di aula sekolah pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta secara bersama-sama bersepakat untuk segera melayangkan surat pengaduan resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur.
Pertemuan itu dihadiri oleh Dewan Pengurus Komite Sekolah, orang tua murid, Pejabat Kepala Desa Kambata Wundut, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, mantan guru, serta mantan kepala sekolah yang merupakan putra-putri Wai-Wei.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah telah menjadi perhatian bersama dan dinilai perlu segera mendapat penyelesaian.
Dalam forum tersebut, para orang tua murid dan pengurus komite menyampaikan sejumlah keluhan yang dianggap sangat membebani dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Salah satu persoalan yang paling disoroti adalah adanya pungutan biaya pengambilan ijazah dan legalisir ijazah dengan nominal berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000.
Selain itu, turut disampaikan pula keluhan terkait biaya kostum sekolah yang sebelumnya telah disetor oleh orang tua murid kepada pihak sekolah, namun hingga kini masih menjadi pertanyaan dan bahan keluhan dalam rapat tersebut.
Orang tua murid menilai bahwa persoalan-persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka dan transparan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan serta tidak merugikan peserta didik maupun keluarga mereka.
Dewan Pengurus Komite Sekolah juga menegaskan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat ini bukan semata-mata untuk memperkeruh situasi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan sekolah dan demi terciptanya tata kelola pendidikan yang baik, tertib, serta bertanggung jawab.
Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa masih terdapat sejumlah persoalan krusial lainnya yang semakin menambah kekecewaan masyarakat terhadap sikap dan kebijakan Plt. Kepala Sekolah. Karena itu, para peserta rapat berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur segera turun tangan, melakukan klarifikasi, pemeriksaan, serta mengambil langkah penyelesaian yang adil dan bijaksana.
Saat dikonfirmasi oleh Media Humba melalui pesan WhatsApp, Plt. Kepala Sekolah SDM Wai-Wei Anita Radja.S.pd menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diketahui dan sedang ditangani oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur.
“Persoalan ini telah diketahui dan akan segera ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Pendidikan setelah masuk libur,” ungkapnya.
Masyarakat berharap agar laporan yang akan disampaikan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal sekolah secara terbuka, sehingga ke depan SDM Wai-Wei dapat kembali berjalan dengan baik, kondusif, dan fokus pada peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak.***
Liputan: Media Humba


Berita Terkait
Bupati Sumba Timur Tekankan Prioritas Pelayanan Dasar dalam Musrenbangcam Karera
Peringatan Hari Indonesia Menabung, Wabup Sumba Timur Mendorong Gerakan Menabung sejak Usia Dini
Gelar Wisuda Perdana, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba Mewisudakan 41 Mahasiswa/i Ahli Madya Prodi Farmasi
Tujuh Orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Resmi Dilantik Oleh Bupati Sumba Timur
Musrenbang Kecamatan Ngadu Ngala, Wabup Yon Hani Tegaskan Pembangunan Harus Berorientasi Pada Kebutuhan Masyarakat
Kunjungan Kerja Ke Sumba Timur: Wagub NTT Menghadiri Kegiatan Launching NTT Mart By Dekranasda Sumba Timur
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali Resmikan Gedung Ibadah Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Praiwora
Tiba Di Sumba Timur, Komunitas Mobil LCGC (Land Rover, Land Cruise, G-Class) Akan Menjelajahi Keindahan Pulau Sumba
Musrenbang Kecamatan Pinu Pahar, Wabup Yon Hani: Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur Menjadi Fokus Utama Pemerintah
MYZE HOTEL WAINGAPU RESMI HADIRKAN CIGAR LOUNGE - HASTA SIEMPRE UNTUK PENGUNJUNG YANG MENGINGINKAN PENGALAMAN PREMIUM*